Copy Paste Tanpa Format

Copy Paste Tanpa Format

Copy Paste memindahkan text dari suatu tempat ke tempat lain. Kadang juga kalo misal kita copy dari website, pas kita paste di Word, malah jadi ada format-formatnya gitu. Padahal, kita bisa loh paste text dari web (atau hampir dari manapun juga) tanpa ada formatting-nya sob. Kita bisa pake shortcut berikut.


Tanpa format disini berarti gak ada alinea baru, gak ada perbedaan ukuran font, gak ada bold dan italic dan gak ada hyperlink. Sobat gak perlu lagi lah wasting time buat hapus format copas-an kita dari web. Kita cuman perlu paste text yang udah di copy langsung ke apps yang bakal kita paste-in.

Untuk paste tanpa format, kita bisa tekan Ctrl + Shift + V sebagai pengganti dari Ctrl + V. Hal ini bekerja di kebanyakan apps seperti web browser Google Chrome contohnya. Harusnya sih ini juga bisa kita lakukan di berbagai OS kaya Windows, Linux sama Chrome OS.

Baca Juga : Cara Ganti Orientasi Halaman di Google Docs

Kalo di Mac sih agak beda ya, shortcut nya itu Command + Option + Shift + V. Ini juga bekerja di kebanyakan apps di Mac OS juga sob.

Sayangnya nih sob, cara ini gak berhasil di Microsoft Word. Kita perlu cara khusus biar bisa copas tanpa ada format-format gitu. Untungnya, caranya cukup mudah dan menurut ane sih gak ribet-ribet amat lah ya. Kita bisa gunain special Paste option di ribbon buat "Keep Text Only". Kita juga bisa set default biar pas kita paste jadi "Keep Text Only".


Kalo masih gak jalan juga, kita bisa pake cara purba. Anjay. Buka notepad (atau apps lain tergantung OS kalian ya), terus paste deh disitu, abis gitu copy semua text-nya dari notepad, paste again di apps yang ingin kalian paste-in, and voila!

Nah itu dia sob, trick simple untuk paste teks tanpa format. Semoga bermanfaat and feel free to discuss in comment section. See ya! :

Sumber:
Bahaya Mouse Wireless

Bahaya Mouse Wireless

Wireless mouse dikenal sangat membantu pengguna PC atau laptop yang enggan memakai perangkat berkabel. Namun, di balik itu ada bahaya yang dapat mengancam keamanan penggunanya.


Peneliti dari perusahaan keamanan Bastille baru-baru ini menemukan ancaman tersebut. Marc Newlin dan Balint Seeber menuturkan wireless mouse dari perusahaan HP, Lenovo, Amazon, dan Dell menggunakan sinyal tak terenkripsi untuk berhubungan dengan komputer. Celah inilah yang dapat dimanfaatkan hacker (peretas) untuk menyusup ke perangkat korban.

Menurut dia, serangan tadi secara tak langsung telah membuat penyerang seolah-olah berada langsung di perangkat korban.

Selain itu, untuk menjalankan aksinya, si penyerang tak memerlukan perangkat canggih.

Hacker hanya perlu menggunakan antena, cip nirkabel yang disebut dongle, serta deretan kode untuk menipu cip nirkabel yang terhubung dengan perangkat korban.
.
"Jadi, penyerang dapat mengirim data ke dongle dan berpura-pura menjadi mouse. Namun sebenarnya serangan itu berwujud keyboard dan meminta korban untuk menulis sesuatu," kata Newlin menambahkan.

Nantinya, setelah korban menulis kira-kira seribu kata dalam satu menit, hacker dapat langsung mengakses perangkat korban.

CTO Bastille Chris Rouland memaparkan perusahaan teknologi sebaiknya mulai memikirkan kembali celah pada keamanan.
Firefox Quantum, Firefox versi Cepet

Firefox Quantum, Firefox versi Cepet

Firefox sekarang bertransformasi sob. Ia udah jadi browser multi-proses dengan design baru, cepetnya dapet tapi gak ninggalin ekstensi Firefox tradisional dibelakangnya. Kalo sobat udah beralih ke Google Chrome, mungkin sobat bisa ngasih kesempatan kedua buat si Firefox. Aseek!

Firefox Quantum

Kenalin nih, Firefox Quantum, nama lain untuk Firefox 57 yang dirilis Mozilla pada 14 November kemaren.

Baca Juga : Java vs JavaScript : Kenapa JavaScript Disebut Java?

Firefox yang Sekarang Lebih Cepet!

Mari kita mulai dengan hal yang orang-orang suka, termasuk ane hehehe. Firefox yang sekarang lebih cepet sob. Berdasarkan pengujian-pengujian yang dilakukan Mozilla, Firefox Quantum ini kurang lebih, dua kali lebih cepet daripada Firefox 52. Harusnya sih lebih cepet dalam semua hal, mulai dari rendering halaman web, scrolling dan beralih dari satu tab ke tab yang lainnya.

Firefox Quantum ini mengintegrasikan teknologi dari proyek penelitian Servo Mozilla yang ditulis dalam bahasa pemrograman Rust. Mozilla berencana menukar bagian internal Firefox secara bertahap untuk teknologi Servo yang lebih baru dan tentunya lebih cepet. Di Quantum, mesin CSS baru yang juga dikenal dengan Stylo, sekarang udah terintegrasi ke dalam Firefox loh sob. Lalu ia juga bisa bekerja secara paralel di core CPU agar bisa lebih memanfaatkan multi-core dari CPU modern.

Developer Firefox juga udah merambah ke setiap bit dari browser ini, mencoba menghilangkan beberapa penyebab lambatnya browser yang mungkin seringkali kita hadapi. Keren gak tuh?

Firefox yang Sekarang, adalah Browser Multi-Proses (Tapi Masih Menggunakan Lebih Sedikit Memori Dibandingkan Chrome)

Untuk pertama kalinya, Firefox jadi browser multi-proses yang baik. Firefox digunakan untuk menjalankan semuanya dalam satu proses, yang berarti halaman web yang lambat dapat memperlambat seluruh antarmuka browser kita juga. Dan jika halaman web-nya crash, semuanya akan down, bukan cuman di satu tab aja sob.

Firefox 54 menggunakan dua proses, satu untuk interface pengguna dan satu untuk halaman web. Berbeda dengan Quantum, ia menggunakan lebih banyak proses.

Firefox Quantum gak hanya meng-copy Chrome dan bikin proses baru tiap kita buka tab baru. Sebagai gantinya, Firefox menggunakan maksimal 4 proses untuk laman web secara default. Mozilla nyebut ini sebagai proses "just right", dan mereka mengatakan si Firefox ini menggunakan 30% memori lebih sedikit daripada Chrome.

Bahkan, lebihnya lagi kita bisa mengatur jumlah proses yang digunakan Firefox, bisa lebih banyak ataupun lebih sedikit. Caranya, klik Menu > Options, scroll ke bagian Performance pada tab General, hapus ceklis pada "Use recommended performance settings" dan ubah "Content process limit". Cara ini memungkinkan kita untuk mengatur trade off antara memori dan performa browser.

Gak pengen browser multi-process? Tinggal atur process limit ke "1" dan ia akan bereaksi seperti firefox sebelumnya. Kita sih menyarankan buat gak seperti ini, meskipun gak akan berpengaruh apa-apa sih di komputer multi-core.

Content Process Limit Firefox

Ekstensi Firefox Tradisional Tetep Dibiarkan

Dengan semua perubahan ini, Firefox harus istirahat dari masa lalu. Ekstensi Firefox lama yang sering dibuat dalam XUL, sekarang tak lagi didukung. Sebagai gantinya, Firefox sekarang hanya mendukung WebExtensions, yang lebih terbatas pada apa yang bisa ekstensi lakukan dan mirip dengan ekstensi Google Chrome dan Microsoft Edge. Firefox telah mendukung kedua ekstensi tersebut dan WebExtensions untuk beberapa waktu. Beberapa ekstensi yang kita gunakan sebelumnya mungkin udah berupa WebExtensions yang akan berfungsi seperti biasanya. Namun, beberapa ekstensi akan tertinggal, akibat perubahan ini.

Kita bisa liat apa yang terjadi sama ekstensi kita dengan klik Menu > Add-On. Ekstensi yang kompatibel dengan Firefox Quantum akan ditampilkan di Extensions, sementara ekstensi yang dinonaktifkan akan muncul di bawah, di Legacy Extensions dengan tombol "Find a Replacement" yang berguna untuk bantu kita nemuin ekstensi baru dengan fungsi serupa.

Mungkin bakalan ada masalah-masalah untuk awal-awal ini karena pengembang perlu memperbarui ekstensi mereka, namun kita harus nemuin ekstensi yang bagus untuk sebagian besar ekstensi yang tidak di perbarui.

Jika sobat masih mengandalkan ekstensi lama yang gak diperbarui, sobat bisa beralih ke Firefox ESR biar bisa tetep pake Firefox yang lama. Untuk detailnya, bisa lihat di paling bawah artikel ini ya!

Legacy Extensions Firefox

Design Photon Bukan Hanya Tema Baru

Firefox yang sekarang juga terlihat berbeda dari sisi design. Design yang sekarang bukanlah sekedar tema baru—interface browser juga dirombak dengan tampilan yang Mozilla sebut dengan "Design Photon". Firefox Quantum bekerja lebih baik dengan tampilan DPI modern tinggi. Kalo sobat pake touchscreen, ia punya menu yang ukurannya akan bertambah secara otomatis kalo kita sentuh—namun ukurannya tetep normal kalo kita pake mouse. Tentunya, kita bakalan tetep bisa menyesuaikan toolbar dengan klik kanan dan pilih "Customize".

Design yang baru ini lebih minimalis, atau beberapa bakal bilang, lebih mirip seperti Chrome. Ia juga dilengkapi dengan "Library" dimana bookmark, history, pocket list, downloads, tab yang disinkronkan dan screenshoot eksis.

Photon Design Firefox

WebAssembly, Virtual Reality dan Screenshoots

Ada barang baru lainnya di Firefox Quantum. Fitur tersebut adalah WebAssembly yang dirancang untuk menjadi pengembang bahasa pemrograman tingkat rendah yang dapat digunakan untuk membuat web apps menjadi lebih cepet. Fitur baru lainnya juga termasuk dukungan untuk WebVR yang memungkinkan situs memanfaatkan sepenuhnya headset VR seperti Oculus Rift dan HTC Vive.

Layanan Mozilla Pocket juga sekarang lebih terintegrasi dengan Firefox dan nampilin artikel tren di laman baru kita. Firefox juga gabungin fitur Firefox Screenshoot baru agar kita lebih cepat dalam mengambil screenshoot dari situs web. Untuk mengaksesnya cukup klik tombol "..." di adress bar dan klik "Take a Screenshoot" yang ada logo guntingnya.

Screenshoot Firefox

Tolong..! Ane Pengen Firefox Ane yang Dulu!

Ini adalah perubahan besar yang dilakukan Firefox, dan tidak semua orang akan senang akan hal ini. Secara khusus, mungkin kita ada yang bergantung pada ekstensi Firefox lama yang gak lagi berfungsi di Quantum. Kalo seperti itu, ada alternatif yang bisa digunakan sob, tenang aja lah ya :v

Mozilla juga nawarin Firefox Extended Support Release yang juga dikenal dengan Firefox ESR. Fitur ini ditujukan untuk para pebisnis dan organisasi besar lainnya yang perlu Firefox yang bergerak lambat, utamanya yang nerima pembaruan keamanan.

Saat ini, Firefox ESR ini berbasis Firefox 52 dan akan didukung dengan pembaruan keamanan sampe 26 Juni 2018. ESR ini berbasis Firefox 52, jadi ekstensi lama akan terus berfungsi tanpa masalah, dan akan terlihat seperti Firefox 52.

Setelah 26 Juni 2018, kita harus ningkatin versi ke versi ESR yang lebih baru yang gak lagi support ekstensi lama kalo kita pengen dapetin pembaruan keamanan. Itu berarti Firefox ESR bukanlah solusi permanen sob, namun bakal memungkinkan kita pake Firefox lama untuk sementara waktu sampai pengembang meng-update add-on mereka dan kita mengevaluasi cara terbaik untuk maju.

Firefox ESR

Kita nyaranin buat GAK pake Firefox ESR sob, kecuali emang sobat bener-bener butuh ekstensi tertentu. Firefox ESR hanyalah solusi sementara dan Firefox Quantum memiliki berbagai macam peningkatan kecepatan under-the-hood yang bisa kita nikmati sebagai pengguna Firefox.

So, gimana menurutmu sob? Masih mikir-mikir buat pake Firefox Quantum?
Cara Cek Model Motherboard di Windows

Cara Cek Model Motherboard di Windows

Perlu pembaruan driver? Pengen meriksa kompatibilitas hardware? Atau sobat cuman kepo sama Motherboard sobat? Dengan cara sederhana ini, kita bisa meriksa motherboard tanpa perlu membuka kotak CPU ataupun laptop kita. Berikut caranya sob.

Motherboard

Kenapa Kita Perlu Mengetahui Model Motherboard?

Mengetahui nomor model sangatlah penting ketika kita mau memperbaharui driver, mengupgrade hardware ataupun mengecek performa mobo.

Kalo sobat punya dokumentasi/buku manual mobo yang disertakan pas pertama beli, buku tersebut bisa jadi acuan. Bahkan, lebih bagus lagi kalo selain liat buku manual, kita juga ngecek mobo kita, apakah sesuai dengan yang ada di buku manual, atau tidak. Daripada membuka casing CPU ataupun laptop, kita bisa pergunakan salah satu tools Windows berikut untuk mengecek mobo kita.

Pengecekan Mobo via CMD (Command Prompt)

Kalo sobat lebih nyaman menggunakan CMD (atau PowerShell juga bisa), kita bisa mengecek jenis mobo dan statistik hardware dengan menggunakan command WMIC (Windows Management Instrumentation Command-line).

Baca Juga : Cara Buat Run Command Sendiri

Dengan WMIC, kita bisa memasukan query baseboard untuk mengecek statistik motherboard dan lalu menggunakan modifier tambahan seperti Manufacturer, Model, Name, PartNumber, slotlayout, serialnumber, atau poweredon untuk mengetahui informasi lebih detail terkait motherboard kita.

Sebagai contoh deh, kita cek pabrikan mobo, nomor mode dan serialnya menggunakan WMIC.

Buka CMD di Windows. Bisa pake Windows + R, atau searching cmd di Start Menu. CMD-nya dibuka dengan menggunakan hak akses administrator. Seperti yang disebutkan sebelumnya, kita juga bisa menggunakan PowerShell. Command-nya pun sama. Berikut adalah command-nya :
wmic baseboard get product,Manufacturer,version,serialnumber

WMIC Result

Dari result diatas, kita bisa memperoleh informasi sebagai berikut :
Perusahaan : Gygabyte
Product : Z170X-Gaming 7
Versi : x.x

Dan untuk serial number-nya, Gygabyte membiarkan bit tersebut tidak terisi dengan alasan tertentu. Walaupun demikian, WMIC bekerja sebagaimana mestinya, dan kita jadi ga usah membuka case atau menggunakan tools/aplikasi pihak ketiga.

Nah, itu dia sob, tentang cara mengetahui nomor serial, statistik mobo dan lain-lain, tanpa harus membuka kotak CPU, ataupun laptop. So, gimana menurutmu? Tulis di kolom komentar ya!
Cara Buat Run Command Sendiri

Cara Buat Run Command Sendiri

OS Windows yang merupakan buatan Microsoft ini memiliki banyak fitur. Itulah mengapa, OS tersebut menjadi acuan pertama bagi para pengguna karena penggunaannya yang mudah dan memiliki banyak fasilitas, dan salah satunya adalah Command Run, atau Perintah Run. Command Run ini adalah jenis path yang kita set untuk membuka sebagian aplikasi, dan kita bisa menggunakan command ini untuk menjalankan program atau file di komputer kita.

Run

Command Run ini biasanya udah default dari Windowsnya, kaya cmd, msconfig dan lain-lain. Tapi apakah sobat tahu, kita juga bisa membuat command sendiri?

Cara Buat Command Run Sendiri

Pada umumnya, command run dieksekusi melalui kotak Run, yang dibuka dengan menekan tombol Windows + R. Namun, kita hanya bisa mengakses beberapa aplikasi, gak semuanya. So, kali ini kita bakal share tentang cara mudah untuk membuat command run sendiri dari software-software kita, sesuai keinginan.

Baca Juga : MIUI 9 Update


Cara Paling Sederhana

Bisa dibilang, ini adalah cara yang mudah untuk pembuatan command. Disini kita tidak perlu mengubah pengaturan Windows apapun. Kita cuman perlu Cut/Paste Shortcut ke folder windows untuk membuat command.

Langkah Pertama. Kita perlu memilih aplikasi yang akan kita buat shortcut-nya.


Langkah Kedua. Klik kanan aplikasi dan pilih Create Shortcut


Langkah Ketiga. Pindahkan shortcut tadi ke folder Windows (Local Disk:C > Windows).


Nah itulah cara yang paling sederhana untuk membuat command run. Sekarang coba jalankan lewat run sob!

Menggunakan AddToRun

AddToRun ini adalah tools sederhana yang memungkinkan kita untuk membuat file atau aplikasi apapun dari kotak Run. App ini memiliki interface yang sangat simple, yang memungkinkan kita untuk memilih file dan menentukan sebuah alias atau nama yang ramah diingatan pengguna.


Nah itulah cara membuat command run kita sendiri. Sebenarnya ada cara lain yang bisa kita gunakan, tapi ya kita cuman share cara yang paling mudah dan simple supaya sobat juga bisa menggunakannya.

So, gimana menurutmu sob? Tulis di kolom komentar ya pendapatmu!
Cara Liat Hidden File dan Protected Hidden File di Windows

Cara Liat Hidden File dan Protected Hidden File di Windows

Secara default, Windows nyembunyiin beberapa file dan folder, yang nyegah para pengguna untuk menghapus atau memodifikasi file yang gak seharusnya disentuh. Tapi, kita bisa loh, nampilih hidden file/file tersembunyi ini dengan mengakali setting-an file manager. Caranya?

Hidden Items

Windows 8 sama Windows 10 Dulu

Untuk dua OS kakak-beradik ini sangatlah mudah. Klik tab View pada ribbon File Explorer dan klik cekbox Hidden Items pada bagian Show/Hide. File Explorer akan segera nampilin file-file/folder-folder tersembunyi. Kenangan mantan? Hidden aja sob!

Show/Hide Item in Windows 8, 10

Baru Windows 7

Beda sama adik-adik dari Windows 7, setting-an untuk Windows 7 ini agak-agak susah. Mungkin, si Windows 7 ini adalah tipe OS yang agak susah Move On. Nah, caranya adalah klik tombol Organize pada toolbar dan pilih Folder and search options untuk membuka jendela Folder and search options.

Folder and seacrh option Windows

Klik tab View di atas, lalu pilih Show hidden files, folders, and drives di bawah Hidden files and folders. Klik OK untuk menyimpan setting-an baru kita. Tapi kalo kenangan mah gak usah disimpen kali ya?

Folder Options

Jendela ini juga bisa diakses pada Windows 8 dan 10 — cukup klik tombol Options pada toolbar View pada File Explorer. Cuman, lebih cepat aja dari Windows 7 karena toggle show/hide-nya berada pada ribbon langsung.

Jendela ini juga bisa diakses via Control Panel pada berbagai versi Windows. Caranya, pergi ke Control Panel > Appearance and Personalization > Folder Options. Cuman, bedanya di Windows 8 sama 10 namanya itu File Explorer Option. Gimana, cair, cair??

Liat File OS yang Dilindungi pada Windows 7, 8 dan 10

Windows punya dua jenis file tersembunyi yang berbeda: Normal hidden item dan protected operating system files. Ketika kita nampilin hidden files dan folder, si Windows cuman bakal nampilin hidden file sama folder biasa doang, sementara file sistem tetep tersembunyi. Inilah file-file dengan atribut "system".

Baca Juga : Cara Instal Phyton di Windows



File-file ini dilindungi untuk beberapa alasan. Mereka merupakan file-file sistem yang penting, dan menghapus/mengubah mereka bisa menyebabkan kerusakan sistem operasi, yang bahkan berpotensi membuat Windows jadi unbootable. Tapi jika sobat tahu apa yang sobat lakukan dan perlu melihat file protected ini, inilah settingan yang bisa sobat ubah. Kita sangat gak merekomendasikan untuk lakuin ini, kecuali sobat tahu apa yang sobat perlu lakukan.

Pertama, buka jendela Folder Options. Pada Windows 8 dan 10, klik tombol Options pada toolbar View. Pada Windows 7, klik Organize > Folder and search options.

Options

Klik tab View. Hapus ceklis pada Hide protected operating system files.

Folder Options

Windows bakal memperingatkan sobat bahwa menghapus atau mengedit file protected akan merusak OS sobat. Sekali lagi, kalo sobat tahu apa aja yang perlu dilakukan dan siap dengan segala konsekuensinya, klik Yes untuk melanjutkan.

Prompting

Klik OK untuk menyimpan pengaturan. Windows akan nampilin file protected system tadi sebagaimana hidden file biasa.

Note: Kami tidak bertanggung jawab atas kerusakan OS soba apabila memang sobat hapus/edit protected operating system file ini. Resiko ditangung pemilik ya!

 Kembali ke jendela Folder Option dan aktifkan kembali
Cara Instal Python di Windows

Cara Instal Python di Windows

Phyton Language
Phyton ini gak dikemas untuk Windows, tapi bukan berarti penggunanya gak bisa pake bahasa yang fleksibel ini. Untuk bisa menjalankan bahasa ini, tidaklah sesederhana kaya nginstal aplikasi biasa, so kita bakal coba pastiin kalo sobat pengguna Windows bisa nemuin langkah tepat untuk bisa menggunakan bahasa ular ini, ehehe

Bahasa Phyton dirilis pertama kali pada tahun 1991. Phyton ini merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang populer digunakan untuk pemrograman general-purpose, pemrograman yang bersifat umum. Berkat rancangan filosofis yang menekankan pada readability (lebih mudah dibaca; dipahami manusia), Phyton ini udah lama jadi favorit para programmer. Tak hanya bahasanya yang mudah, sobat bakal nemu ribuan aplikasi yang mengharuskan kita buat nginstal Phyton untuk menggunakan aplikasi ini, ya kurang lebih kaya Java sob.

Versi Mana yang Kita Butuhin?

Sayangnya, update signifikan buat si Phyton beberapa tahun lalu itu buat perpecahan besar antar versi. Hal ini sedikit-sedikit bisa buat bingung para noob, tapi gak usah khawatir lah, kita bakalan share cara instal Phyton melalui pemasangan kedua versi tersebut.

Saat kita berkunjung ke laman download Phyton buat Windows, kita bakalan lihat pembagian versi tersebut. Nah, disini kita bisa pilih Phyton 2 atau Phyton 3 (Phyton 2.7.13 sama Phyton 3.6.2).

Pembagian Phyton

Versi terbaru lebih baik? Mungkin iya, mungkin juga enggak sob. Versi si ular ini bergantung pada tujuan akhir kita. Sebagai contoh, Minecraft world dengan MCDungeon. Proyek tersebut dibuat dalam Phyton dan butuh Phyton 2.7 biar bisa jalan. Faktanya, kalo kita pengen pake MCDungeon jalan, ya harus pake yang versi 2.7, ga bisa pake yang versi 3. Kalo tujuan kitanya emang pengen proyek yang akhirannya itu ".py" kita sangat nyaranin buat pake versi 2.7.

Tapi, beda cerita kalo kita emang pengen belajar Phyton. Kita nyaranin buat masang keduanya. Dengan begini, kita bakal bisa menggunakan Phyton versi terbaru tanpa melupakan yang lama.

Phyton Installer

Kita bisa download Phyton 2 atau Phyton 3 aja kalo kita emang udah yakin dan tahu apa aja yang kita butuhkan, sama apa yang kita butuhkan itu ada pada versi yang mana. Kali ini, kita bakal bahas, gimana sih cara pasang keduanya. So, download dua versi tersebut.

Cara Instal Python 2

Pemasangan Phyton 2 sangatlah mudah sob dan gak seperti yang sebelum-sebelumnya, bahkan si Installer jugalah yang ngatur path buat kita. Download dan jalankan Installer-nya, pilih "Instal for all users", lalu klik "Next".

Langkah Pertama

Pada pemilihan direktori/lokasi pemasangan, biarkan direktorinya "Phyton27", lalu klik "Next".

Langkah Kedua

Pada tampilan kustom, scroll ke bawah dan klik "Add phyton.exe to Path" dan lalu pilih "Will be installed on local hard drive". Udah gitu klik "Next".

Langkah Ketiga

Kita udah ga perlu buat keputusan apapun lagi setelah point ini. Cukup klik-klik untuk menyelesaikan instalasi. Ketika instalasi selesai, kita bisa konfirmasi instalasi dengan buka CMD (Command Prompt) dan ketik command berikut :

python -V

Kalo tampilannya kaya gini, pemasangan berhasil.

Confirm Phyton

Cara Instal Phyton 3

Kalo sobat pengen belajar versi terbaru dari si ular ini, sobat perlu nginstal Phyton 3. Seperti biasa, download dan jalankan Installer Phyton 3-nya.

Pada tampilan pertama, ceklis "Add Phyton 3.6 to PATH" dan lalu klik "Install Now".

Phyton 3.6.2

Lanjut. Kaya di sebelumnya, kita perlu membuat beberapa keputusan. Klik opsi "Disable path length limit". Opsi ini bakal hapusin batasan pada variabel MAX_PATH. Pengaturan ini ga ngancurin apapun, tapi cuman memungkinkan Phyton buat pake nama path yang panjang. Karena banyak programmer Phyton yang bekerja di Linux dan sistem Unix lainnya dimana panjang nama path bukanlah sebuah masalah, mengaktifkan opsi ini di awal dapat bantu buat mengatasi masalah yang berhubungan sama path yang mungkin aja terjadi saat menggunakan Python di Windows.

Disable Path Length Limit
Sumber Gambar : HowToGeek. Anyway, di ane gak ada opsi Disable Path Length Limit, So ya lanjut aja!

Kita rekomendasiin opsi ini sob. tapi, kalo sobat tahu dan ga perlu mengaktifkan panjang path, ya cukup klik "Close" aja untuk menyelesaikan instalasi.

Kalo sobat cuman pasang Phyton 3, buat konfirmasi pemasangan bisa pake command yang tadi, phyton -v yang kita gunakan buat cek bahwa Phyton terinstal dengan benar dan variabel path udah diatur dengan bener juga. Kalo sobat instal dua versi tersebut, ya mau gak mau ada tweak lain yang nanti lah bakal dijelasin dibawah.

Sesuaikan System Variable, Biar Bisa Akses Kedua Versi Phyton dari CMD

Oke, kita sampai di bagian yang benar-benar sangat opsional. Sobat bisa melakukannya, atau juga engga. Bagian ini bakal memungkinkan kita buat bisa mengakses kedua versi Phyton dari CMD dengan cepat. Setelah menginstal keduanya, kita bakal nemuin suatu apa ya, jadi kalo kita udah ngaktifin system path buat kedua Phyton, mengetik python pada cmd cuman bakal ngarahin kita ke Phyton 2.7.

Alasannya cukup sederhana, variabel (baik yang otomatis sama si Installer, maupun tweaking manual) merujuk pada direktori yang sama, dan setiap exe pada direktory tersebut jadi perintah cmd. Kalo ada dua direktori yang terdaftar dan keduanya punya file "phyton.exe" didalamnya, direktori mana aja yang lebih tinggi di daftar variabel adalah yang digunakan. Dan kalo ada variabel yang ditetapkan buat sistem dan user, system path lebih diutamakan daripada yang user path.

Terakhir, adalah persis apa yang terjadi dalam kasus ini, yaitu Installer Python 2 mengedit variabel sistem, dan Installer Phyton 3 menambahkan variabel usernya — kita bisa mengonfirmasinya degan melihatnya di Environment Variable-nya Windows.

Untuk ke Envronment Variabel, kita bisa tekan start, lalu ketik "advanced system settings" dan pilih "View advanced system settings". Pada jendela "System Properties" yang terbuka, pada tab "Advanced", klik "Environment Variables".

Environment Variable

Disini kita bisa liat kalo Python 3 ada di User variables dan Python 2 di System variables.

Variables

Ada beberapa cara memperbaikinya, dan yang paling sederhananya adalah menghapus versi Phyton yang direncanakan bakal paling jarang digunakan. Walaupun sederhana, cara ini gak terlalu menyenangkan. Sebagai gantinya, kita bisa melakukan sedikit perubahan untuk memberi akses ke Phyton. Namun, ada sedikit perbedaan sama yang tadi. Kalo tadi buat konfirmasi python pake python, nah kali ini "python" buat Python 2 dan "python3" buat Python 3.

Python Path

Untuk melakukannya, jalankan File Manager dan pergi ke folder tempat kita nginstal Python 3 (biasanya di C:\Users\[username]\AppData\Local\Programs\Python\Python36). Bikin salinan file python.exe, dan ganti namanya jadi python3.exe.

Buka CMD (Environment Variabel direfresh setia kali CMD dibuka) dan ketikkan

python3 -version

Python 3

Boom! Sekarang kita bisa pake "python" buat Python 2.7 dan "python3" buat Python 3.

Kalo buat alesan apapun, sobat ga nemu solusi yang pas nih, sobat bisa mengatur ulang Environment Variable. Pastikan untuk mengikuti tutorial kalo misal sobat ga paham-paham amat tentang pengeditan variabel-variabel tersebut.

Baca Juga : Cara Benerin Layar Windows yang Miring atau Kebalik

Perlu di catat, terlepas dari cara mana yang kita gunakan, penting sekali untuk menjaga python.exe tetap utuh, karena aplikasi pada subdirektori /script/ untuk kedua versi Python bergantung pada nama file tersebut dan Phyton bakalan gagal kalo file tersebut hilang.

Well, setelah mengutak-atik sedikit, kita udah siap sama project Python apapun yang ingin di coba. So, gimana menurutmu sob? Ada yang gak dimengerti? Tulis di kolom komentar ya!
Inilah Mengapa, Penyimpanan Windows Dimulai dari 'C'

Inilah Mengapa, Penyimpanan Windows Dimulai dari 'C'

Dulu sekali, komputer adalah sebuah kemewahan. Sedikit orang yang memilikinya karena harganya yang mahal. Tapi sekarang, komputer merupakan sebuah kebutuhan, khususnya dalam mempermudah hidup kita.

Floppy Disk

Kalo kita bicara tentang komputer nih sob, tentunya kebanyakan pemakai komputer adalah pengguna OS Windows. Nah, pernahkah sobat bertanya, kenapa sih kalo kita buka Windows Explorer, hard disk/hard drive kita namanya C? Selain itu, ada juga drive D atau E juga. Terus kalo kita masang flash disk juga bakalan F dan seterusnya. Kenapa sih ga A atau B aja?

Keduluan sama Floppy Disk

Kalo sobat pernah melihat-lihat sejarah media penyimpanan komputer, tiap generasi ga punya sistem penyimpanan internal yang gede. Bahkan hard drive aja baru jadi standar di tahun 1980-an. Sebelum hard drive jadi standar, floppy disk-lah yang jadi pilihan utamanya.

Floppy Disk ini adalah penyimpanan utama yang ada dari tahun 1960. Kala itu, floppy disk tersedia dalam ukuran 5 1/4" dan 3 1/2". Kedua drive ini dilabeli sebagai Local Disk (A) dan Local Disk (B).

Baca Juga : Kenalan sama Router

Nah, lalu pada tahun 1980-an, si hard drive ini muncul dan secara bertahap jadi penyimpanan utama di komputer yang dilabeli dengan Local Disk (C) karena A sam B kan udah buat dua floppy disk diatas.

Sekarang, Floppy Disk udah jarang, bahkan gak dipakai lagi. Jadi Local Disk (A) sama (B) udah ga ada di Windows yang sekarang.

Nah itu dia, kenapa penyimpanan di Windows dimulai dari C, gak dari A atau B. Sebenernya, kita juga bisa mengubah urutan pemberian label supaya dimulai dari A atau B dengan menjalankan pilihan Disk Management.

So, menurutmu gimana sob? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya!
Real-Time Video dari Petya

Real-Time Video dari Petya

Beberapa bulan lalu, dunia telah melihat kerusakan masal dari ransomware WannaCry. Baru-baru ini, jenis serangan baru juga telah ditemukan di beberapa bank di Ukraina. Serangan baru tersebut dinamai dengan Petya/NotPetya yang membuat banyak malapetaka di beberapa negara seperti India, Eropa dan Amerika Serikat. Peneliti menggambarkan Petya/NotPetya ini sebagai sebuah wiper, atau penghapus (pengelap air yang di kaca mobil, kurang lebih seperti itu) yang merupakan sesuatu yang lebih buruk daripada sebuah ransomware.

Petya

Menurut peneliti keamanan, Matt Suiche, Petya ini menghapus sektor utama dari disk. Di lain sisi, perusahaan keamanan, Kaspersky telah menganalisa id instalasi Petya yang ditampilkan pada komputer korban.

Kaspersky sendiri mengklaim bahwa penyerang hanya meng-generate atau menghasilkan data random. Penyerang benar-benar tidak bisa men-decrypt disk setelah mendapatkan tebusan karena ya si penyerang sendiri ga punya key atau kunci decrypt-nya.

Video Detik-Detik Petya Menginfeksi dan Menyebar

Nah, dari situs TechViral, kita dapetin video yang merekam cara si Petya ini menginfeksi komputer dan menyebar dari YouTube melalui channel danooct1.

Video tersebut menunjukan gimana si Petya ini menyebar dengan sendirinya dan bagaimana malware bekerja. Video ini ngasih pandangan netral dari apa yang terjadi kepada komputer korban ketika serangan berlangsung.

Video ini juga menunjukan keseluruhan prosedur yang melingkupi infeksi, penyebaran, enkripsi, proses reboot dan lain-lain. Sobat bisa melihat videonya langsung dari sini :


Menurut ane nih sob, video kaya gini berguna banget. Kenapa? Terkadang kita gak tahu komputer kita kenapa dan ada apa. Tiba-tiba error aja. Buat teknisi komputer sih udah biasa ngadepin hal-hal kaya gini, sementara yang bukan teknisi, bahkan yang emang gak ngerti sama komputer kan bingung. Nah, dengan video yang seperti ini bisa menambah pengetahuan kita tentang serangan komputer dan segera mengambil langkah selanjutnya.

Buat sobat yang merasa komputer sobat rentan dari si Petya/NotPetya ini, sobat bisa mengunjungi artikel ini : Tools Gratis untuk Memeriksa Kerentanan Petya. Tools tersebut membantu pengguna buat nyari tahu bener apa engga komputer kita rentan terkena serangan WannaCry/Petya.

So, apa pendapatmu tentang ini? share pandangan kamu di kolom komentar ya sob!