Kirim Pesan WhatsApp Tanpa Save Nomor di iPhone

Kirim Pesan WhatsApp Tanpa Save Nomor di iPhone

Untuk ngirim pesan WhatsApp, kita diharuskan untuk save nomernya terlebih dahulu. Atau, kita juga bisa sih via web gitu, pake short url dari WhatsApp-nya, tapi agak ribet sih menurut ane kalo harus ngetik dulu alamat web-nya terus paste nomer dan juga ganti awalannya jadi kode negara. Maka dari itu, namanya orang males ya jadi nyari cara biar lebih gampang buat ngirim pesan WhatsApp tanpa harus nyimpen kontaknya

 

Kirim Pesan WhatsApp Tanpa Save Nomor di iPhone

Kali ini, ane pengen share, gimana sih caranya ngirim pesan WA ke nomer yang gak kita simpen di kontak, edisi iPhone.

"The Beautiful of Shortcut"

Yohoo, kali ini ane pake Shortcut ya, sebuah apps bawaan dari iPhone yang bisa di pergunakan sebagai jalan pintas/cara cepat untuk melakukan sebuah aksi. Dalam case kali ini, ane mau share gimana sih cara kirim pesan WA ke suatu nomer, tanpa harus save ke kontak kita.

Disclaimer dulu ya, disini kita pake shortcut yang ada di Internet. Ane gak bisa jamin sih dari segi keamanannya, soalnya ada step dimana kita pilih "Untrusted Shortcuts". Kembali pada diri masing-masing ya sob, mau ikutin caranya ataupun engga. Toh masih banyak jalan menuju Roma. Aseek.

Pertama-tama, kalo sobat belum pernah pake shortcut sebelumnya, sobat gak akan bisa centang "Allow Untrusted Shortcuts". So, sobat perlu mencoba menjalankan shortcut terlebih dahulu. Apa aja deh terserah shortcut-nya.

Lanjut, buka "Settings" terus cari Shortcut. Tap deh. 



Kalo udah, sobat bakal nemuin halaman ginian. Centang deh/check deh itu si "Allow Untrusted Shortcuts". 



Nanti bakal muncul dialog kaya ginian. 



Abis itu suruh masukin PIN sobat deh. Masukin aja. 



Udah? Lanjut dong. Di hape sobat, buka link ini (WhatsApp Unsaved Number). Nantinya bakal direct ke apps Shortcut sobat. Scroll ke paling bawah, lalu ada tombol merah bertuliskan "Add Untrusted Shortcut". 



Udah deh, shortcut tersebut udah bisa kita pake sob. Caranya ya tap shortcut-nya, nanti muncul dialog kaya gini. 



Tinggal isi deh nomer yang pengen sobat chat. Aturan mainnya, kode negara + nomer telepon. Contohnya: 628123456789. Abis klik OK sobat bakal di arahin ke apps WhatsApp-nya dan langsung ada di chat page.

Simpel sekali yaa. Selain pake shortcut ini, sobat juga bisa sih pake url WhatsApp yang sering di pake di olshop-olshop. tinggal ketikin di browser https://wa.me/628123123123. Format nomornya sama kaya yang di atas ya hihi kalo gak sama biasanya gagal sob.

Itu dia sedikit tips dari sigoy. Semoga bermanfaat yaa, feel free to discuss yaw!

 

 Sumber

Batasan Baru di WhatsApp

Batasan Baru di WhatsApp

Layaknya negara lain di seluruh dunia, Indonesia telah berupaya untuk memerangi penyebaran hoax dan berita palsu, apalagi moment-nya itu tepat dengan menjelang pemilihan umum (pemilu) yang akan diadakan beberapa bulan lagi. Kemarin, pejabat resmi WhatsApp di Jakarta ngumumin kalo aplikasi perpesanan instan populer ini akan memaksa batasan global yang baru pada jumlah pengguna bisa mem-forward (meneruskan) pesan dalam upaya memerangi penyebaran berita palsu.

“Berdasarkan pada penelitian dan diskusi dengan beberapa pemimpin dunia, kita telah menemukan bahwa 5 adalah angka ideal untuk mencegah penyebaran hoax,” tutur Victoria Grand, wakil presiden kebijakan dan komunikasi WhatsApp kemarin setelah pertemuannya dengan Menkominfo Rudiantara.


Kementrian menyatakan bahwa perubahan akan diadakan 22 Januari 2019 pada siang hari waktu Indonesia bagian barat.

Untuk sementara, batasan hanya akan diterapkan untuk para pengguna WhatsApp Android, sementara untuk para pengguna iOS batasan masih diimplementasikan. Sebelumnya, pengguna WhatsApp bisa mem-forward pesan ke 20 individu atau grup.

Victoria mengatakan bahwa WhatsApp itu sangat prihatin tentang penyebaran hoax, fitnal dan perkataan kebencian melalui aplikasi ini. Setelah berkonsultasi dengan banyak ahli, mereka mempertimbangkan bahwa batasan forward ini akan membantu meminimalisir cara berita tersebut menyebar. Victoria juga mengatakan bahwa batasan forward ini telah di uji secara beta di India sejak Juli lalu.

Menteri Rudiantara mengatakan, dia mengapresiasi upaya WhatsApp untuk mengurangi penyebaran hoax, tapi juga menekan batasan penerusan pesan yang membuat penyebaran berita palsu menjadi sulit.

Dengan 1.5 milyar pengguna, WhatsApp dan perusahaan induknya, Facebook, disalahkan atas penyebaran berita palsu di sejumlah negara. Para ahli pun khawatir tentang WhatsApp sejak penutupan sistem dan enkripsi user-nya yang membuat pemantauan berita hoax lebih sulit.

Well, kalo dari ane sih ya semoga dengan batasan ini, penyebaran berita hoax bisa diatasi, ya kalo gak bisa berkurang lah. Tinggal kitanya aja yang pinter nih memilih dan memilah, mana berita yang asli dan mana berita hoax. Keep smart and be a good netizen ya sob!

Sumber : coconuts.co
Industri eSports Indonesia

Industri eSports Indonesia

Industri eSport mengalami perkembangan yang pesat, salah satunya adalah game yang populer di Indonesia yaitu Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Indonesia sendiri memiliki pengguna aktif per bulannya mencapai 50 juta orang per September 2018.


Berdasarkan keterangan tertulis dari Nimo TV, Indonesia menjadi kontributor pengguna aktif bulanan terbesar game MLBB ini dengan angka 29,4% dari total 170 juta pengguna aktif per bulan secara global. Jumlah tersebut sama dengan 49,98 juta pengguna yang aktif. Dengan banyaknya pengguna, game buatan Moonton ini jadi salah satu cabang game yang diperhitungkan di dunia eSports di Indonesia.

Tim sSports pun banyak yang khusus berdedikasi agar bisa bertanding dalam turnamen besar eSports, baik yang lokal maupun yang ke luar negeri. Indonesia sendiri punya beberapa tim yang salah satunya adalah Louvre eSports yang serius bangun skuad MLBB buat ikut turnamen-turnamen skala nasional maupun internasional.

Kapten tim Louvre, Yosua ‘Kido’ Priatama berharap mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat dan memperluas perkembangan esports di Indonesia. “Intinya, platform live streaming khusus game sangat membantu orang umum melihat kalau eSports ini memang urusan serius dan dapat menjadi pekerjaan yang menghasilkan. Karena hadiah yang disediakan juga semakin besar”.

Informasinya, dalam waktu dekat akan diselenggarakan beberapa turnamen Mobile Legends, yaitu Mobile Legends Profesional League (MPL) Season 3 yang menawarkan total hadiah hingga US$ 12 ribu coy, dan juga Piala Presiden yang digagas oleh Presiden Joko Widodo.
Instagram Punya Fitur Baru Lho!

Instagram Punya Fitur Baru Lho!

Siapa sih yang gak tahu Instagram? Instagram merupakan sebuah platform sosial media, yang dikhususkan untuk membagikan hasil jepretan atau rekaman kamera kita. Kurang lebih seperti itu lah. Makin kesini, si Instagram ini semakin menambah fitur-fitur kerennya. Mulai dari snapgram, bomerang sampai yang sekarang ada fitur baru lagi, yaitu kita bisa liat temen kita sedang online atau tidak.

Instagram

Kini, Kita Bisa Liat Temen Online di Instagram

Lewat fitur ini, kita bisa liat temen kita sedang online atau tidak, melalui sebuah tanda. Tanda tersebut merupakan sebuah bulatan hijau kecil di samping foto profil. Lebih tepatnya di temen kita yang follow kita atau yang riwayat pesannya ada di DM kita. Ya agak mirip-mirip sama yang di Facebook Messenger lah hehe . .

Dilansir dari Kompas Tekno, fitur ini diluncurkan untuk meningkatkan interaksi antar pengguna, sehingga katanya, pengguna bisa lebih nyaman ketika membagikan konten yang disukainya.

Kalo bahas soal status online atau engganya, memang akan selalu ada konflik sob. Buktinya, saat fitur ini diluncurkan, ada juga yang tak suka dengan fitur ini. So, Instagram udah mengantisipasinya dengan menyisipkan pengaturan tersebut di Activity Status yang ada di menu Settings.

Sebenernya, fitur penanda aktif ini udah ada sih sebelumnya di Instagram. Cuman kalo sebelumnya mah, cuman ada tulisan, aktif beberapa waktu yang lalu, atau active ... ago gitu doang, jadi gak kaya sekarang, kalo online ada buletan ijo nya.

Selain itu, Instagram juga dilaporkan tengah menguji sebuah fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk menghapus seseorang dari daftar follower. Instagram juga memperketat keamanannya dengan menggunakan kode token.

Satu lagi. Kabarnya Instagram juga bakalan bawa tombol reaction facebook ke dalam instastories. Tombol reaction ini ada di sisi bawah layar sebelah kiri, berdampingan dengan kolom "tulis pesan" atau "write a message". Sebelumnya, tempat itu digunakan untuk menaruh icon kamera sebagai icon untuk membalas unggahan teman dengan foto.

Baca Juga : Post Instagram di Laptop, Caranya?

Nah itulah dia kabar tentang Instagram sob. Pro kontra juga sih kalo masalah ini. Masalahnya, si aplikasi Instagram ini bakalan lebih berat lagi deh. Tapi ya udahlah, kita liat aja ke depannya ya sob!
Enkripsi End-to-End WhatsApp

Enkripsi End-to-End WhatsApp

WhatsApp merupakan sebuah instant messaging dengan banyak fitur. Mulai dari berkirim gambar, suara, video juga memungkinkan panggilan suara via internet, bahkan udah support video call. Namun, tahukah sobat kalo WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-end? Tahu gak apa sih enkripsi end-to-end itu?

WhatsApp

Enkripsi, Menuju Tak Terlihat

Enkripsi merupakan suatu teknik manipulasi data dengan kode yang bertujuan untuk melindungi data penting, juga mencegah akses yang gak diinginkan. So, kita gak perlu khawatir data-data pentingmu disadap pihak ketiga, misalnya pemerintah, atau bahkan di pihak internal WhatsApp sekalipun.

Kok bisa sih? Well, mungkin para pengguna WhatsApp harus berterima kasih kepada teroris kali ya? Pasalnya, WhatsApp sendiri menggunakan enkripsi ini sejak kasus Apple yang diminta FBI untuk ngebuka sistem privasi ponsel milik seorang teroris di San Bernardino, California. Dalam sengketa itu, Co-Founder WhatsApp, Jan Koum ngungkapin kalo ia ngedukung Apple buat mertahanin perlindungan data penggunanya. WhatsApp juga jadi target pengadilan Amerika buat ngebongkar privasi penggunanya.

Baca Juga : Sekarang WhatsApp Bisa Hapus Pesan Untuk Semua Orang

Enkripsi end-to-end pada WhatsApp ini gak hanya untuk ngamanin chatting antara dua orang saja nih, tapi berlaku juga buat voice call, voice note, group chat dana layanan WhatsApp lainnya. Keren gak tuh?

Nah itu dia sob sedikit informasi tentang enkripsi end-to-end-nya WhatsApp. Menurutmu gimana sob?
Aplikasi WhatsApp yang Baru

Aplikasi WhatsApp yang Baru

Whatsapp merupakan aplikasi instant messaging yang paling banyak digunakan di dunia. Aplikasi yang sekarang diakuisisi Facebook ini memungkinkan kita untuk berkomunikasi hanya dalam beberapa detik, dengan siapa saja, tak peduli dimana orang itu berada.

WhatsApp

Well, selama beberapa bulan ke belakang, WhatsApp atau yang lebih populer disebut WA (We-A) ini sedang menguji sebuah fitur baru yang disebut dengan WhatsApp Business. Tapi, sebenernya apa sih WhatsApp Bussiness ini?

Baca Juga : Sekarang, WhatsApp Bisa Hapus Pesan untuk Semua Orang

WhatsApp Business? Apa itu?

WhatsApp Business ini merupakan aplikasi yang memungkinkan sebuah perusahaan, eksis di WhatsApp, terus berkomunikasi lebih efisien dengan customer. Jadi bisa dibilang, WhatsApp Business ini merupakan pasar bagi para pelaku usaha. Kelebihannya ya tak lain dan tak bukan adalah agar perusahaan bisa lebih berkomunikasi secara intent dan efisien dengan penggunanya. Bukankah sebuah perusahaan yang sukses itu adalah perusahaan yang mendengar pelanggannya?

WhatsApp Business

WhatsApp Business ini adalah aplikasi dari perusahaan Facebook. Sebuah versi baru WhatsApp yang penampilannya sedikit berbeda dari WhatsApp biasa, namun menyembunyikan fungsi-fungsi eksklusif. Misalnya, dengan WhatsApp Business ini kita bisa bikin profil perusahaan, ada bot dan pesan otomatis.

Untuk saat ini sih ane liat di Play Store, aplikasi ini masih unstable, jadi ya belum dirilis sepenuhnya sob. Jadi buat sobat yang pengen makenya harap bersabar ya, biarkan si WhatsApp Business ini jadi stable dulu.

So, gimana menurutmu sob? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya! Adios!
Film Baru yang di Shoot Pake iPhone

Film Baru yang di Shoot Pake iPhone

Apple udah menjadikan kamera sebagai prioritas. Dampaknya, banyak orang yang pake smartphone tersebut untuk memotret semua jenis konten.

iPhone

Kali ini ada berita unik (menurut ane nih) tentang kamera iPhone. Steven Soderbergh, sutradara Logan Lucky ini ngumumin film barunya yang berjudul "Unsane". Film ini bukan sembarang film sob. Hal yang membedakannya adalah pengambilan gambarnya yang memakai iPhone. What?

Baca Juga : Kenapa iPhone Jarang Lag Dibanding Android

Film tersebut akan menampilkan Kuil Juno, Aimee Mullins, Jay Pharaoh, Claire Foy dan Amy Irving. Film ini akan bergenre horor, yang katanya mirip dengan film Get Out, tapi dengan alur yang beda sob. Plot utama dari film ini nyeritain seorang perempuan yang secara gak sadar, kerja di lembaga kesehatan mental. Nah Loh?

Film ini direncanakan akan tayang pada tanggal 23 Maret 2018. Gak disebutin sih, mereka shooting-nya pake iPhone yang mana.

"Anda tidak akan bisa berkata-kata (terkait proses pembuatan film ini", ungkap salah satu pemain, Joy Pharaoh.

Unsane sendiri bukanlah film pertama yang direkam menggunakan iPhone, tapi mengingat sutradaranya Soderbergh yang film-filmnya sukses di Hollywood, kayanya Unsane bakalan jadi film kelas atas juga.

So, gimana menurutmu? Keterbatasan bukan alasan kan sob?
Apakah Dengan Casing, Wireless Charging Bekerja?

Apakah Dengan Casing, Wireless Charging Bekerja?

Dengan teknologi wireless charging yang dimuat dalam iPhone terbaru, gak diragukan lagi, pasti akan bermunculan tanya seputar teknologi tersebut. Pertanyaan terbesar yang ane liat dari beberapa sumber diantaranya adalah, "Apakah wireless charging ini bekerja, ketika ponsel kita memakai Case?"

Wireless Charging with a Case

Jawaban singkat dan sederhananya itu adalah "Ya". Untuk sebagian besar kasus, wireless charging ini berfungsi dengan baik ketika ponsel kita memakai case. Kontak langsung sebenarnya gak terlalu diperlukan untuk melakukan pengisian. Jadi, walaupun kita memiliki jarak beberapa milimeter saja (gak bersentuhan langsung sama wireless charger), pengisian akan tetep bekerja.

Overall sih baik-baik aja. Namun, kita perlu melakukan pertimbangan sebelum memilih case yang sesuai.

Kasus yang pertama ini seharusnya baik-baik aja dalam pengisian daya, namun kita masih harus tetep waspada—karena semakin kesini, case semakin tebal, dan semakin besar kemungkinan, charger tidak dapat melakukan kontak. Hal-hal kaya Otterbox harusnya sih gak menimbulkan masalah apapun, karena perusahaan juga akan mempertimbangkan hal-hal tertentu ketika merancang sebuah produk. Bahkan seri Otterbox defender, yang nawarin perlindungan lebih daripada Otterbox manapun, harusnya sih gak menimbulkan masalah, secara teoritis sih begitu.

Namun ada satu jenis case yang pastinya menimbulkan masalah, Logam. Mungkin, kita semua sob, tentunya pernah melihat case yang terbuat dari alumunium. Meski emang protektif, tapi membuat wireless charging tidak bekerja. Ada alasan, mengapa iPhone terbaru gak pake case alumunium untuk penutup belakang ponsel : Karena wireless charging tidak bekerja.

Wireless Charging with a Case

Faktanya, itulah alasan kenapa banyak produsen Android gak pake teknologi wireless charging beberapa tahun terakhir—Wireless Charging gak bekerja pada case dengan bahan premium, kaya Alumunium ini, dan para produsen, lebih mengutamakan tampilan produk mereka daripada kepraktisan. Ya semoga aja gitu, semua itu bisa berubah kini dan nanti.

Selain itu, dari charger-nya sendiri. Pertimbangan memilih charger sangat diperlukan sob. Misalnya saja, kita nyari charger wireless yang kurang dari seratus ribu deh, ada kemungkinan charger gak cukup kuat menembus case. So, kita menyarankan sedikit riset. Wireless Charger udah ada selama beberapa tahun, dan mungkin sekarang udah turun drastis sejak pertama kali diperkenalkan. So, kita mungkin bisa lah, dapetin charger yang solid, handal dan dapat dipercaya dengan harga yang pas dikantong.

Baca Juga : Cara Kerja Wireless Charging

Jadi ya kesimpulannya, wireless charging ini adalah teknologi yang hebat sob, dan ane juga secara pribadi seneng gitu, ternyata wireless charging mulai dilirik saat ini, khususnya oleh Apple. Dan juga, selama anda teliti dalam memilih dan membeli charger, seharusnya pengisian baik-baik aja. Enjoy it!

So, gimana menurutmu tentang ini sob? Tulis di kolom komentar ya! Adios!
Cara Kerja Wireless Charging

Cara Kerja Wireless Charging

Wireless Charging atau Charge tanpa kabel menjadi lebih populer saat ini, dengan mengadopsi Qi Wireless Charging pada iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X. Teknologi ini juga bisa kita temuin di beberapa ponsel Android macam Samsung Galaxy Note 8, Galaxy S8 dan Galaxy S7.

Wireless Charging

Kebanyakan dari teknologi Wireless Charging ini menggunakan induksi dan resonansi magnetik. Kita cuman perlu meletakkan ponsel di permukaannya dan secara otomatis akan men-charge — tanpa perlu ribet dengan kabel.

Cara Kerja Wireless Charging

Wireless Charging sendiri sebenarnya tidak benar-benar wireless, atau tanpa kabel. Ponsel, smart watch, tablet atau perangkat lainnya gak perlu terhubung ke pengisi daya dengan kabel, namun si pengisi dayanya yang harus terhubung ke stop kontak agar bisa berfungsi. Ketika iPhone 5 dirilis, Phil Schiller dari Apple berargumen kalo pembuatan perangkat yang cuman dipasang ke dinding (wireless charging) ini adalah suatu hal yang ribet.

Lima tahun kemudian, Apple berubah pikiran. iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X adalah perangkat-perangkat Apple yang udah mendukung wireless charging dengan menggunakan standar terbuka Qi (Dibaca "Chee" karena kata tersebut dari bahasa China yang mengacu pada "Life Energy" pada makhluk hidup).

Baca Juga : Google Pixel Meraih Peringkat Pertama dalam Uji DxOMark

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Wireless Charging ini menggunakan induksi magnetik. Singkatnya, teknologi tersebut memanfaatkan sifat magnet untuk mentransmisikan daya. Pertama, kita meletakkan perangkat diatas wireless charger. Arus yang keluar dari stop kontak dinding, bergerak melalui kabel charger yang menciptakan medan magnet. Nah, si medan magnet ini menciptakan arus pada kumparan yang ada pada perangkat kita. Energi magnetik ini diubah menjadi energi listrik yang akan digunakan untuk mengisi daya baterai.

Perangkat pun juga harus memiliki hardware yang sesuai untuk mendukung wireless charging ini — karena perangkat tanpa kumparan yang diperlukan, gak akan bisa men-charge secara wireless.

Sementara standar Qi yang asli hanya terbatas pada induksi magnetik saja, sekarang juga telah mendukung resonansi magnetik. Cara kerjanya juga sama, namun bedanya perangkat masih bisa men-charge sampai jarak 45 mm dari permukaan wireless charger, berbeda dengan induksi dimana perangkat harus bersentuhan langsung dengan wireless charger. Namun, resonansi ini kurang efisien daripada induksi magnetik, namun punya beberapa kelebihan — misalnya, chargernya bisa kita pasang dibawah meja, jadi kita hanya tinggal meletakan ponsel diatas meja, alias teu nyirikeun kalo kita lagi ngecas, selain itu kita juga bisa men-charge beberapa perangkat pada satu tempat pengisian daya.

Bila si charger gak aktif, maka ia gak akan mengonsumsi daya secara maksimal, ia hanya akan menggunakan sedikit daya, dan kalo mendeteksi perangkat, maka ia akan meningkatkan output energinya lagi.


Qi vs Powermat vs Rezence

Wireless Charging ini menjadi suatu hal yang umum dewasa ini. Dan untuk sekali ini, Apple gak buat standar mereka sendiri. Mereka lebih memilih standar Qi yang didukung oleh banyak perangkat.

Namun, standar Qi ini bukanlah satu-satunya. Standar Qi yang dimiliki oleh Wireless Power Consortium, memang yang terdepan, tapi bukanlah satu-satunya. Ada juga standar Power Matters Alliance-nya Powermat, atau standar PMA. Standar ini menggunakan induksi magnetik macam si Qi. Namun, keduanya gak sama. iPhone gak bisa dicharge menggunakan charger PMA.

Tapi, beberapa perangkat juga kompatibel sama keduanya. Seperti Samsung yang terbaru yaitu Galaxy Note 8, Galaxy S8 dan Galaxy S7 ini mendukung standari Qi dan PMA, keduanya bisa mengisi perangakat-perangkat tersebut dengan baik.

Baca Juga : Facebook Nguji Fitur Instant Video

Alliance for Wireless Power atau A4WP-nya Rezence menggunakan resonansi magnetik sebagai gantinya, sebuah teknologi yang ditambahkan Qi nanti. Dengan ini, memungkinkan kebebasan posisi charging lebih besar. Selain itu, kita juga bisa men-charge beberapa perangkat pada satu pengisi daya, berpindah-pindah dan bahkan mengisi daya melalui benda lain, seperti diatas meja. Standar Rezence ini membutuhkan Bluetooth untuk komunikasi antar perangkat.

Sebagai perusahaan kedua dan ketiga, PMA dan A4WP beraliansi menjadi AirFuel Alliance dan bekerja sama dalam upaya melawan Qi. Ckckckck . . .

Bagaimana Kita Menggunakan Wireless Charging Saat Ini?

Kalo kita pengen ponsel yang bisa charge secara wireless, tentunya kita perlu ponsel yang mendukung wireless charging dan juga charger yang kompatibel dengan ponsel kita. Selain itu, kita juga bisa membeli adaptor supaya ponsel yang gak support Wireless Charging bisa di charge secara wireless.

Beberapa smartphone yang udah mendukung wireless charging antara lain :
  • Apple iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X
  • Samsung Galaxy Note 8 dan Galaxy Note 5
  • Samsung Galaxy S8, S8+, S8 Active, S7, S7 Edge, S7 Active
  • LG G6 (hanya versi US dan Kanada saja) and LG V30
  • Motorola Moto Z, Moto Z Play, Moto Z2 Force, Moto Z2 Play (hanya dengan wireless charging mod)

Para produsen Android banyak mengabaikan wireless charging dalam beberapa tahun terakhir. Cuman Samsung doang kayanya yang nyertain fitur ini pada smartphone kelas atas mereka. Misalnya aja, Google gak nawarin wireless charging buat smartphone Pixel-nya, walaupun ya sebelumnya Nexus nyertain fitur ini. Dengan Apple yang menaruh perhatian pada standar Qi, kayanya wireless charging bakalan jadi hal yang umum bagi perangkat Android lagi.

Nah, itu dia sob, tentang cara kerja dari Wireless Charging. So, gimana menurutmu? Apakah sobat ada yang pake Wireless Charging? Tulis pendapat sobat di kolom komentar ya! Adios!